Pentingnya suhu dalam proses penetasan
Artikel - Tanggal: 06 Agustus 2020 - Oleh: Dony Mitra jayaPentingnya
suhu dalam proses penetasan
Penetasan
merupakan bentuk tiruan dari manusia tentang cara menetaskan secara alamai.
Induk ayam yang mengerami telurnya menggunkan suhu bdannya yang ada di daerah
updominal yang langsung dikontakkan ke tekur. Suhu unggas proses pengeraman
38’C / 100 F. suhu statis dari awal penetasn hingga akhir penetasan
suhunya tetap di 38’C sedangkan suhu dinamis (berubah), ketika umur
penetasan lebih lama, suhu sedikit naik tetapi tentu tidak lebih tinggi
daripada suhu mortalitas. Suhu letal 40% selama 2 jam embrio akan mengalami
kematian.
Tips pentingnya suhu didalam proses penetasan:
1. Ketika telur mau dimasukkan didalam mesin ada yang dinamakan proses
penyimpanan telur. Proses penyimpanan telur yang terbaik adalah suhu 18 derajat
celcius. (tempatkan telur ditempat yang sejuk dan tidak berada di bawah sinar
matahari) sebelum proses telur dimasukkan ke dalam mesin, perlu ada preparation
temperature ketika proses pembersihan telur, telur didiamkan di suhu 24-27’celcius,
hal itu akan mempercepat proses kenaikan suhu didalam mesin karena telur kalau
suhunya masih terlalu dingin ketika masuk mesin didalam mesin suhunya akan lama
naik yang berpengaruh pada lama penetasan
2. Ketika telur mau dimasukkan ke dalam mesin tetas harusnya mesin
dipanaskan terlebih dahulu dan di setting suhunya dengan kondisi stabil. dengan
perangkat dan air didalam sudah masuk kecuali telur, dan sebelum dinyalakan
kita juga harus mensanitasi telur dengan incunoll. ketika suhu sudah stabil
telur bisa dimasukkan yang awalnya dr luar suhunya lebih rendah itu akan
menurunkan suhu didalam mesin
3. Khusus tipe DS dan keatas sudah menggunakan termometer digital dan disitu ada sensor nya. tempatkan sensor berada si telur bukan berada di rak karena rak terbuat dr aluminium.
